BUDIDAYA BAYAM (Amaranthus)


Bayam merupakan tanaman setahun atau lebihyang berbentuk semak. Bayam berjenis jenis diantaranya : Bayam cabut ( Amaranthus tricolor ), Bayam Kakap ( A. Hybridus ), bayam itik ( A. Blitum ) bayam duri ( A. Spinosus ). Akan tetapi yang umumnya dimakan adalah bayam cabut dan bayam kakap. Bayam cabut batangnya ada yang berwarna kemerah-merahan ( bayam merah ) dan ada pula ayang berwarna keputih putihan ( bayam putih ). Biasanya dipakai secara cabutan dan dijual dalam bentuk ikatan.
a. SYARAT-SYARAT PERTUMBUHAN.
Tanaman bayam dapat tumbuh sepanjang tahun baik didataran rendah maupun didataran tinggi. Pertumbuhan yang baik terdapat pada tanah yang subur dan agak terbuka dengan PH tanah antara 6-7. Waktu tanam yang baik ialah pada awal musim hujan atau awal musim kemarau.
b. CARA BERCOCOK TANAM.
1. Pengolahan tanah.
Pencangkulan tanah untuk bayam cabutan sedalam + 20 cm, sedangkan untuk bayam tahun + 30 cm. Penyuburan dengan pupuk organic 30-40 kg/10 m2 untuk bayam cabutan, 40-50 kg/10 m2 untuk bayam tahunan . Bedengan dibuat 1m X 5 m untuk bayam cabutan maupun bayam tahunan, kecuali pada bayam tahunan perlu dilakukan penjarangan dengan cara mencabut pohon sampai keadaan pohon yang tinggal berjarak 20-30 cm X 40-50 cm, selanjutnya dipanen daun daunnya saja seperti biasa pada bayam tahunan
2. Pembuatan bedengan.
Bedengan 1m X 5m X 15 cm , sebaiknya bertepi agak tinggi agar biji bayam yang halus tidak terbilas keluar bedengan akibat siraman. Dengan penyiraman yang cukup merata dan cara memberikan air siraman secara teratur dan sedikit sedikit tetapi tidak berlebihan, untuk mencegah genangan serta melimbasnya air keluar. Pergunakan ember bercorong tipis / saringan halus.
3. Penanaman
Sebelum disebarkan pada bedengan yang basah, biji bayam yang halus harus sudah diaduk aduk rata dengan abu dapurkering dalam perbandingan 1 takar benih dengan 10 takar abu.
Keperluan benih bayam untuk tiap 10 m2 bedengan + 10 gr yang berisi + 10.000 butir biji dengan takaran + 3 sendok teh besar penuh atau 1 kotak korek api. Tebarkan adukan biji abu ini serata mungkin. Penyiraman tetap harus hati hati sedikit demi sedikit tetapi sering, dengan volume kira kira 50 liter larutan/siraman/10 m2 pada pagi dan sore kecuali jika ada hujan. Biasanya bibit mulai berkecambah pada hari ke 5.
4. Pemupukan.
Pemupukan susulan dapat diberikan dengan Urea ½ kg / 10 m2 yang dilarutkan dalam 50 liter air yang disiramkan pada hari ke 10 dan diulang lagi pada hari ke 20.
c. Penjarangan dan Panenan.
1. Untuk jenis bayam cabutan pada hari ke 20, ke 25 dan ke 30 dilakukan penjarangan yang berupa panenan/pencabutan.Tiap panen dipilih tanaman yang besar besar.Proses pencabutan/penjarangan ini harus hati hati agar tidak merusak tanman yang tertinggal. Pada hari ke 35-50 praktis dicabut seluruhnya dengan meninggalkan 3-4 pohon yang bagus, yang tumbuhnya ditengah untuk dijadikan bibit. Tanah bekas cabutan diolah dan dapat ditanami bayam lagi.
2. Pada jenis bayam tahunan tanaman dapat terus diperjarang, sampai pada hari ke 35 tinggal tanaman dengan jarak 50 X 40 cm. sehingga tiap bedeng 1m X 5 m ditempati 20 – 40 pohon. Selanjutnya dipanen daun daunya sampai berumur lebih dari 50 hari.
d. Hama dan penyakit.
Gangguan hama dan penyakit tidak banyak dijumpai, kadang kadang dirusak oleh ulat daun. Gangguan yang lain seperti rumput rumputan terutama teki, lampuyangan dan lain lain tumbuhan penganggu ( gulma ) diberantas dengan jalan dicabut.
e. Potensi hasil.
Hasil yang diperoleh dengan cara cabutan sebanyak + 70 kg/10 m2/35 hari. Selanjutnya jika dipanen daunnya ( bayam tahunan ) hasil diperoleh diperkirakan 30 kg/10m2/50 hari
f. Manfaat dan kegunaan.
Banyak bayam mengandung vitamin A dan C serta sedikit vitamin B. Juga banyak
mengandung garam garam mineral yang penting ( Kalsium, Posphor dan besi ). Daunnya dapat disayur kering , dibuat pecel , gado gado dan lain lain, fungsinya dalam tubuh ialah dapat memperbaiki kerja buah pinggang dan melancarkan pencemaran, kepada anak anak bayam baik sekali, terutama untuk campuran nasi tim.
g. Lain – lain.
Bayam tahunan dapat disemai dulu, dengan luas semaian ½ m2. Jumlah benih yang dibutuhkan ½ gram ditebar merata bersama abu dapur seperti menanam bayam cabutan. Setelah 15 hari dipersemaian tanaman berhelai daun 3 dengan tinggi kira2 10 cm, dipindahkan keatas bedengan dengan jarak tanaman 20X40 cm, sehingga tiap bedengan yg berukuran 1mX5m akan tertanami dengan 30-60 batang, mulai dengan umur 25 hari sampai umur 50 hari dipanen pucuk pucuk batang yang belum berbunga atau daun daunnya.

BACA ARTIKEL YANG LAIN:
1. budidaya-buah-naga
2. budidaya-bayam
3. budidaya-pisang
4. budidaya-kedelai
5. cara-membuahkan-durian-diluar-musim

4 Komentar

Filed under PERTANIAN

4 responses to “BUDIDAYA BAYAM (Amaranthus)

  1. TERIMAKASIH ATAS INFORMASI DAN TULISANNYA, CUKUP BERMANFAAT BUAT BACAAN/REFRENSI UNTUK REGENERASI. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA DARI KABUPATEN PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com

  2. hesti winahyu

    assalamualaikum….pak saya hesti mahasiswa biologi semester VI di lampung. saya mau tanya bagaimana dengan volume penyiraman pada bayam, maksud saya perbandingan antara liter air dengan luas bedeng.
    saya sangat membutuhkan informasi ini untuk pembuatan proposal saya….tolong ya pak!

  3. silo

    Terima kasih banyak atas infonya, kebetulan saya sedang ingin berbudidaya bayam , jadi sangat bermanfaat sekali,semoga ada yang membalasnya dengan kebaikan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s