Tag Archives: Tata Cara Hidroponik (Tanaman Tanpa Tanah)

Tata Cara Hidroponik (Tanaman Tanpa Tanah)

A. PENDAHULUAN
Istilah hidroponik (hydrophonics) digunakan untuk menjelaskan tentang cara bercocok tanam tanpa tanah sebagai media tanamnya. Hydros adalah air dan phonics adalah aktivitas bercocok tanam. Secara luas bercocok tanam tanpa tanah ini termasuk didalamnya bercocok tanam menggunakan pot atau wadah lain dengan menggunakan air atau bahan porous lainnya seperti pecahan genting, pasir kali, kerikil, ijuk, sabut kelapa maupun gabus putih (Styrofoam).
Bertanam hidroponik telah dimulai sejak ribuan tahun yang lalu di Negara Babilonia dan Cina dengan tanaman terapung dan dilakukan ditepi sungai. Oleh karena itu disebut ‘River bed cultivation’.
Bertanam hidroponik mempunyai kelebihan antara lain :
1. Kebersihan tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih terjamin.
2. Pemakaian pupuk lebih hemat (efisien).
3. Perawatan lebih praktis serta gangguan hama lebih terkontrol.
4. Hasil produksi lebih baik dibanding dengan penanaman ditanah.
5. Harga jual produk hidroponik lebih mahal daripada nonhidroponik.

B.METODE HIDROPONIK
Prinsip dasar hidroponik dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
1. Hidroponik Substrat
2. Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique)
Hidroponik Substrat adalah tehnik hidroponik tidak menggunakan air sebagai media tanam,tetapi menggunakan media padat (bukan tanah) yang dapat menyerap atau menyediakan nutrisi,air dan oksigen serta mendukung akar tanaman.
Media yang digunakan antara lain batu apung, pasir, sabut kelapa,ijuk,arang sekam atau gambut.Pilihan media tanam juga sangat tergantung dana, kualitas dan jenis hidriponik yang akan dilakukan.
Untuk menjaga kebersihan substrat perlu dilakukan sterilisasi dengan cara merendam substrat dengan air klorin sekitar 1,5 jan dan kemudian dicuci bersih.
Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) merupakan model budidaya yang eletakkan akar tanaman pada lapisan air yang dangkal. Air tersebut tersirkulasi dan mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan tanaman.

C.MERAKIT HIDROPONIK
Menanam tanaman secara hidroponik pada dasarnya dapat dibagi menjadi 2 cara, yaitu menanam untuk hobi dan menanam untuk usaha. Untuk menyalurkan hobi bisa diusahakan dirumah sedangkan untuk usaha biasanya ditempatkan didalam rumah plastic yang diletakkkan di kebun/pekarangan. Beberapa macam cara merakit hidroponik, al:
a. Hydroponik dalam pot.
Cara ini menggunakan pot khusus yang dilengkapi dengan alat pengukur ketinggian air dan dilengkapi tatakan/alas untuk tempat mengalirnya larutan nutrisi.
b. Hidroponik dipojok ruangan.
Ini merupakan variasi dari pembuatan hidroponik yang menempatkan tanaman dipojok ruangan sebagai pemanis ruangan.
c. Hidroponik dipekarangan.
Hidroponik yang ditanam dipekarangan biasanya ditanami tanaman sayuran. Tehniknya bisa ditanam didalam polybag atau pot besar dengan diameter 30 cm, tetapi bisa juga dilahan pekarangan.
Cara merakit hidroponik :
1. Sediakan tempat/wadahnya misalkan pot, polybag atau yang lainnya sesuai dengan kebutuhan.
2. Masukkan media tanam dengan susunan sebagai berikut :
3. Bila tanaman telah ditanam secara kuat, pupuk lengkap bisa diberikan. Pupuk tersebut berupa campuran NPK 2 sdm dan ½ sdm pupuk Lauxin. Kedua pupuk tersebut dicampur rata lalu dilarutkan kedalam 10 liter air. Siramkan ke permukaan media dengan menggunakan gembor berlubang halus.
4. Aliran pupuk yang mengalir ditampung dan dapat digunakan lagi sampai benar-benar habis.
5. Tanaman sebaiknya ditempatkan ditempat teduh/tidak terkena sinar matahari langsung.

D. GANGGUAN HAMA DAN PENYAKIT
Hadirnya hama dan penyakit dapat mengganggu dan menghambat pertumbuhan tanaman. Oleh karena itu perlu diwaspadai dan dilakukan pengendalian bila telah ditemukan gejala serangan. Beberapa penyakit yang sering dijumpai pada tanaman yang diusahakan secara hidroponik, antara lain :
1. Layu bakteri
Penyakit ini sering menyerang tanaman tomat, cabai, paprika mentimun dan melon. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Tanda yang sering terlihat antara lain batangnya layu dan bila dicelupkan ke air akan mengeluarkan lendir putih. Pengobatannya bisa dilakukan dengan memberikan pestisida Agrimycin 15/1,5 WP atau Agrept 20 WP.
2. Busuk hitam.
Penyakit ini biasanya menyerang tanaman kubis atau brokoli dengan tanda-tanda bercak kecil bersudut berwarna coklat serta tulang daun berwarna hitam. Pengobatannya menggunakan Cupravit OB 21 trimiltix.
3. Virus.
Penyakit ini menyerang semua jenis tanaman.Gejalanya antara lain tanaman tidak tumbuh atau kecil, daun keriting dan ada bercak-bercak kuning tidak merata. Pengobatan menggunakan Insektisida dan akarisida untuk mengendalikan hama penular (vector).

Sumber :
- Pinus Lingga, Hidroponik,bercocok tanam tanpa tanah, 2004
- Yos Setiyoso, Hidroponik rakit apung, 2003

1 Komentar

Filed under PERTANIAN