Budidaya Pisang


Pisang ( Musa Paradisiaca L ) telah ada sejak manusia ada, pada awalnya merupakan tanaman liar namun sejalan dengan perkembangan pola hidup manusia yang bertani secara mantap maka pisang termasuk tanaman pertama yang ditanam.
Sesuai dengan kemajuan teknologi, budidaya pisang mengalami kemajuan pesat. Budidaya pisang saat ini tidak hanya dilakukan sambil lalu tetapi telah diusahakan secara intensif terutama untuk keperluan ekspor. Pendek kata, budi daya pisang dilakukan untuk mendapat hasil optimal dan buah yang bermutu tinggi. Daerah yang telah mengusahakan pisang skala perkebunan antara lain Lampung, jawa Timur dan Sulawesi Selatan.

BIBIT
Umumnya tanaman pisang selalu diperbanyak secara vegetatif dengan memakai anakan yang tumbuh dari bonggolnya. Ada empat jenis anakan pisang , antara lain :
• Bibit rebung berupa tunas yang belum berdaun dengan tinggi 20 – 40 cm ( tunas anakan ).
• Bibit anakan yang berupa tunas yang daunnya telah keluar tapi masih menggulung dengan tinggi 41 – 100 cm.
• Bibit anakan sedang dengan tinggi 101 – 150 cm.
• Bibit anakan dewasa berupa tunas berdaun mekar lebih 2 helai dan tinggi 151 – 175 cm.
Diantara bibit diatas yang paling cepat menghasilkan buah adalah bibit anakan dewasa, sedang bibit anakan tunas jarang dipergunakan sebagai bibit karena pertumbuhannya lambat, peka terhadap kekeringan dan peka terhadap hama.

PENANAMAN
Pembuatan lubang tanam dilaksanakan 1 – 3 bulan sebelum tanam dengan ukuran yang ideal 60 x 60 x 50 cm3 dengan jarak tanam 3 x 2,5 m.
Sebulan sebelum tanam lubang galian dibiarkan agar kena sinar matahari, ini dimaksudkan untuk menghilangkan gas-gas yang bersifat racun.
Waktu menanam akar dibersihkan dan daun pelepah dipotong setengahnya guna mempercepat pelepah daun baru. Tanah yang akan dikembalikan dicampur pupuk kandang 8 – 10 kg.

PERAWATAN
Tanah disekitar pohon pisang harus dibersihkan dari rumput pengganggu / gulma dan sekaligus digemburkan, namun tidak boleh terlalu dalam karena perakan pisang itu dangkal. Biasanya penyiangan dilakukan 3 – 4 kali / tahun.
Untuk memperoleh hasil yang baik, selain pemberian pupuk kandang juga diberi pupuk buatan karena pemupukan mutlak diberikan agar tanaman tumbuh subur dan produktif. Pupuk yang diberikan berupa pupuk anorganik dan pupuk organik. Pupuk organik berupa 1.000 gr ZA perpohon / tahun, 450 gr TSP / pohon/tahun dan 500 gr KCl / pohon /tahun, diberikan 4 kali/tahun yaitu satu bulan setelah tanam dengan dosis ¼ bagian lalu diulangi setiap 3 bulan dengan dosis masing-masing ¼ bagian. Cara pemberian dengan dibuatkan parit disekeliling pohon dengan jarak 60 – 75 cm. Sedangkan pupuk organik berupa pupuk kandang dengan pemberian 2 – 3 kaleng minyak tanah/rumpun/tahun dan diberikan tiap tahun dimulai satu bulan dan diulangi tiap tiga bulan sekali masing-masing ¼ bagian.
Artikel yang lain :
1. budidaya-buah-naga
2. budidaya-bayam
3. budidaya-pisang
4. budidaya-kedelai
5. cara-membuahkan-durian-diluar-musim

1 Komentar

Filed under PERTANIAN

One response to “Budidaya Pisang

  1. huda

    fungsi dari pemotongan batang pisang untuk apa? kalau anakan pisang yang baru bonggolnya (kenthos) masih kecil dan akar masih sedikit perlakuan apa yang tepat? bila tanah terkontaminasi bakteri, adakah obat yang dapat diaplikasikan? fungsi dari kapur atau pun deterjen terhadap lahan terkontaminasi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s