Budidaya Kedelai


Kedelai ( Glycine max (L) Merril ), merupakan salah satu tanaman sumber protein yang penting. Di Indonesia kedelai menempati urutan ketiga sebagai tanaman palawija setelah jagung dan ubi kayu dengan rata-rata luas panen pertahun sekitar 703.878 Ha dengan total produksi 518.204 ton.
Dibanding dengan peningkatan produksi ternyata kebutuhan kedelai semakin meningkat, apalagi diiringi dengan perkembangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat yang berminat pada makanan berprotein nabati rendah kolesterol, berkembangnya usaha peternakan serta sebagai bahan baku industri. Oleh karena itu produksi kedelai Indonesia tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan dalam negeri karena hanya mampu memenuhi sekitar 73 % dari total kebutuhan sehingga selebihnya harus import dari luar negeri.
Pandangan petani Indonesia yang beranggapan bahwa tanaman kedelai sebagai tanaman sampingan mengakibatkan rendahnya tingkat teknologi budidaya untuk tanaman kedelai. Berbeda dengan tanaman padi dan jagung, tanaman kedelai membutuhkan tanah yang mempunyai pH sedang sehingga untuk petani pembuka lahan baru tidak bisa menanami lahannya dengan tanaman kedelai. Hal inilah yang menjadi salah satu penghambat peningkatan produksi kedelai Indonesia.

BOTANI
Kedelai termasuk famili Leguminosae ( kacang-kacangan ). Klasifikasi secara lengkap adalah sebagai berikut :
– Nama ilmiah : Glycine max (L) Merill.
– Spesies : Mac.
– Genus : Glycine.
– Sub famili : Papilionoideae
– Famili : Leguminosae.
– Ordo : Polypetales.

IKLIM DAN WAKTU BERTANAM
Indonesia mempunyai iklim tropis yang cocok untuk pertumbuhan kedelai karena kedelai membutuhkan hawa yang cukup panas. Kedelai akan tumbuh baik pada ketinggian tidak lebih 500 dpl, namun diatas batas itu, kedelai masih bisa titanam dengan hasil yang memadai meski tidak maksimal.
Pertumbuhan yang optimal dapat diperoleh dengan menanam kedelai pada bulan-bulan kering, asalkan kelembaban tanah masih cukup terjamin. Suhu yang tinggi dan kurangnya curah hujan pada saat menjelang panen memberikan banyak keuntungan yaitu terhindarnya perkecambahan biji dilapangan serta kering matahari akan menjadikan kualitas biji baik.

PENGELOLAAN TANAH.
Dengan drainase dan aerasi yang cukup, kedelai akan tumbuh baik pada tanah aluvial, regosol, Gromosol, Latosol dan Andosol. Sebagai pembanding adalah tanaman jagung, jika baik ditanami jagung maka baik pula ditanami kedelai.
Untuk tumbuh dengan baik maka kedelai membutuhkan tanah yang subur, gembur dan kaya akan humus atau bahan organik. Pada tanah bekas tanaman padi cukup dengan membabat jerami kemudian langsung dibuat lubang tanaman dengan tugal. Penanaman dilahan ini sebetulnya semata-mata untuk memanfaatkan sisa air setelah penanaman padi sawah.

INOKULASI
Kedelai dapat mempergunakan N bebas dari udara dengan melalui fiksasi oleh Rhizobium yang hidup pada bintil-bintil akar. Didalam perdagangan bahan inokulasi ini berupa serbuk yang telah dijenuhi oleh bakteri Rhizobium japonicum.
Agar inokulasi dapat berhasil dengan baik maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi inokulasi yaitu : pH tanah, suhu, sinar matahari, unsur hara, persesuaian antara tanah dengan Rhizobium dan diusahakan agar inokulan yang dipergunakan berdaya tinggi.

PEMUPUKAN
Unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kedelai antara lain :
– Nitrogen ( N ).
– Pospat ( P ).
– Kalium ( K ).

PENGENDALIAN GULMA
Pengendalian gulma merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas dan kuantitas produksi yang maksimal. Pengendalian sebaiknya dilakukan pada saat pertumbuhan gulma relatif kecil dan belum begitu padat.

PENGAIRAN
Pengaturan air merupakan salah satu faktor pertumbuhan, selama pertumbuhan kedelai memerlukan pengairan 3-4 kali, hal ini sesuai dengan masa peka akan kekurangan air. Pengairan hendaknya diberikan sampai daerah perakaran tanaman.

POPULASI TANAMAN
Produksi kedelai merupakan hasil kombinasi dari beberapa komponen hasil yang terdiri dari jn dengan cara ini adalah jarak tanam teratur dan mudah dalam pemeliharaan.
– Menanam dengan Bajak.
Adalah menanam dengan menggunakan bajak, keuntungannya adalah waktunya lebih cepat dan tenaga kerjanya sedikit.
– Menanam dengan disebar.
Cara ini memerlukan tenaga dan waktu yang sangat sedikit, namun mempunyai beberapa kerugian yaitu jarak tanam tidak merata, keperluan benih lebih banyak, benih tidak masuk tanah sehingga bila tanah kering tidak tumbuh serta pemeliharaan sulit karena jarak tanam tidak teratur.

VARIETAS TANAMAN
Untuk berhasilnya pertanaman, perlu dipilih varietas-varietas yang mampu beradaptasi terhadap kondisi lapangan. Ada beberapa varietas yang sudah beredar dan dipergunakan oleh petani antara lain :
– Varietas Otau – Varietas No. 27
– Varietas No. 29 – Varietas Ringgit
– Varietas Sumbing – Varietas Merapi
– Varietas Shakti – Varietas Davros
– Varietas Taichung – Varietas TK 5
– Varietas Orba -Varietas Galunggung
– Varietas Lokon – Varietas Guntur
Sedangkan mengenai hama dan penyakit kedelai dapat didownload disini
Demikian semoga bermanfaat.

BACA ARTIKEL YANG LAIN:
1. budidaya-buah-naga
2. budidaya-bayam
3. budidaya-pisang
4. budidaya-kedelai
5. cara-membuahkan-durian-diluar-musim

Tinggalkan komentar

Filed under PERTANIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s