Budidaya Nilam


Tanaman nilam merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang dikenal sebagai minyak nilam. Minyak nilam merupakan salah satu komoditi non migas yang cukup populer di pasaran Internasional. Indonesia merupakan penghasil minyak nilam terbesar di dunia yang setiap tahunnya memasok 70% hingga 90% kebutuhan dunia. Minyak nilam biasa dipergunakan sebagai bahan baku industri kosmetik, sabun, parfum, aromatherapi dan sebagainya.

Untuk meningkatkan produksi minyak nilam maka perlu dilakukan budidaya nilam sesuai anjuran dan penanganan pasca panen. Daerah sentra produksi tanaman nilam terdapat di Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Riau, dan Aceh, kemudian berkembang di Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Tengah dan daerah lainnya.

A) Syarat Tumbuh
Tanaman nilam tumbuh pada ketinggian 0 – 1.200 m di atas permukaan laut (mdpl). Akan tetapi nilam akan tumbuh dengan baik dan berproduksi tinggi pada ketinggian tempat 10-400 mdpl. Tanaman ini menghendaki suhu yang panas dan lembab serta memerlukan curah hujan yang merata. Suhu udara adalah 24ºC-28ºC dengan kelembaban di atas dari 75%, sedangkan curah hujan yang diperlukan berkisar 2300-3000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun. Agar pertumbuhannya optimal tanaman nilam memerlukan intensitas penyinaran matahari yang cukup yaitu 75-100%.

Tanah yang subur dan gembur serta kaya akan humus, sangat diperlukan oleh tanaman nilam. Pada tanah yang subur tersebut nilam dapat memberikan hasil yang sangat baik. Tanaman ini tidak tahan terhadap genangan air. Oleh karena itu perlu dibuat saluran drainase. Tanaman ini juga tumbuh baik pada tanah bertekstur lempung sampai liat berpasir, dengan pH 5,5 – 7.

B) Persiapan Bahan Tanaman dan Persemaian Tanaman Nilam
Pemilihan varietas nilam
Untuk memperoleh produksi minyak yang tinggi, pilih varietas unggul, yang produksi kadar/mutu minyak yang tinggi, yaitu dari jenis nilam Aceh. Nilam Aceh memiliki kadar minyak dan kualitas minyak yang lebih tinggi dibandingkan jenis nilam Jawa dan nilai sabun. Varietas nilam yang kadar minyaknya tinggi antara lain Tapak Tuan, Lhokseumawe, dan Sidikalang. Sel-sel minyak banyak terdapat pada bagian daun, oleh karena itu, produksi daun yang tinggi akan menghasilkan produksi minyak yang tinggi pula.

Persiapan Persemaian
Untuk menanam nilam perlu disiapkan areal persemaian yang sehat tidak tercemar jamur patogen, dan dekat sumber air. Pada areal tersebut didirikan rumah atap setinggi 2 meter condong ke arah timur. Bentuk dan luasan disesuaikan dengan kebutuhan. Tanah yang digunakan terdiri dari campuran tanah dengan pupuk kandang dengan perbandingan 2:1. Siapkan polybag (yang berlobang dengan ukuran 15 x 10 cm) diisi dengan media yang telah disiapkan dan diletakkan secara teratur di bawah rumah atap, kemudian disiram dengan menggunakan insektisida. Untuk mempertahankan kelembaban agar stek yang akan ditanam tidak layu, maka setelah ditanam perlu diberi sungkup dari plastik. Kerangka sungkup dibuat dari bambu dengan ukuran lebar 1 meter, tinggi 1/2 meter dan panjang sesuai kebutuhan.

Perbanyakan Bahan Tanaman dan Penyemaian Nilam
Perbanyakan tanaman nilam biasanya menggunakan stek. Stek tanaman nilam sebaiknya disemaikan terlebih dahulu karena apabila langsung ditanam di lapangan, sangat besar resiko kematiannya. Stek yang paling baik adalah stek pucuk mengandung 4 – 5 buku selain itu stek juga dapat diambil dari cabang dan batang. Untuk mengurangi penguapan, daun tua dibuang, sisakan 1-2 pasang daun muda/pucuk. Waktu mempersiapkan stek, sebaiknya stek direndam dalam air sebelum disemai dalam polybag.

Tinggalkan komentar

Filed under PERTANIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s