Budidaya Stroberi


Tanaman stroberi merupakan salah satu tanaman buah yang bernilai ekonomi tingi. Daya pikatnya terletak pada warna buah yang merah mencolok dan rasanya manis segar.

Buah stroberi dapat dimanfaatkan sebagai makanan dalam keadaan segar atau olahannya dan berkasiat bagus untuk kesehatn tubuh.

Stroberi memiliki aktivitas antioksidan tinggi karena mengandung quercetin, ellagic acid, antosianin, dan kaempferol.

SYARAT TUMBUH
Secara umum, stroberi menyukai daerah dataran tinggi. Stroberi menyukai suhu udara relatif dingin dengan sinar matahari tidak terlalu kuat. Cocok tumbuh di daerah yang bersuhu 22-280C dengan kelembaban udara 80-90%. Ketinggian tempat yang memenuhi syarat iklim 1.000-1.500 mdpl. Curah hujan 600-700 mm/th. Kondisi ini sangat ideal karena stroberi peka terhadap kelembaban tinggi. Stroberi membutuhkan cukup banyak air di masa pertumbuhannya. Namun lahan yang selalu basah juga tidak baik karena bisa mengundang kehadiran jamur. Lama penyinaran matahari yang dibutuhkan untuk pertumbuhannya adalah 8-10 jam per hari.

MEDIA TANAM
– Tempat yang cocok adalah lahan berpasir yang mengandung tanah liat di lereng pegunungan.
– Bila ditanam di kebun, tanah yang dibutuhkan adalah tanah liat berpasir, subur, gembur, dan mengandung banyak bahan organik.
– Pengairan dan sirkulasi udara yang baik juga dibutuhkan agar pertumbuhan tanaman optimal.
– PH yang dibutuhkan netral atau sedikit asam (5,5-6,5)
– Electric conductivity (EC) yang baik yang berfungsi sebagai pengatur ketersediaan hara makro dan mikro adalah 1.
– Media tanam tergantung dari sistem penanaman yang digunakan. Media tanam di lahan terbuka umumnya dari tanah. Sementara di lahan tertutup (green house) dapat digunakan media rockwool atau arang sekam. Rockwool adalah batu gamping yang dicampur dengan serat benang yang diolah pada suhu tinggi (6000C)

PERBANYAKAN TANAMAN
Perbanyakan bisa dilakukan melalui biji, stolon atau kultur jaringan (in vitro). Perbanyakan dengan biji jarang dilakukan karena membutuhkan waktu cukup lama. Perbanyakan dengan stolon banyak dilakukan oleh petani.
Stolon merupakan tunas yang tumbuh dari bonggol batang yang menjalar hingga mencapai 30 cm. Pada satu stolon biasanya mucus 4-5 anakan. Namun yang baik digunakan adalah stolon kesatu dan kedua karena stolon berikutnya sifatnya tidak sama lagi dengan induknya.

Tahap-tahap perbanyakan dengan stolon
1. Tanam anakan stolon pertama yang telah berumur 2 minggu di dalam polibag berisi media arang sekam. Diameter polibag 14 cm dan tinggi 15 cm. Lubangi polibag di bagian sisi samping dan bawah untuk tempat keluarnya akar.
2. Siram anakan stolon dengan air nutrisi yang mengandung nitrogen tinggi, 3x seharí dengan dosis 100 ml/tanaman. Sekitar 2 minggu kemudian, akar akan keluar dari lubang-lubang polibag.
3. Gunting / pisahkan anakan stolon yang telah berakar dari induknya.
4. Pindahkan bibit tersebut beserta polibag ke lahan persemaian. Selama satu minggu, setelah tingginya mencapai 10 cm atau batang utama dan leher akarnya tampak kokoh, pindahkan bibit ke lahan.

Budidaya di lahan Terbuka
Stroberi tumbuh baik pada tanah dengan drainase baik. Tanah yang baik adalah lempung berpasir dengan pH 5,5-6,5. Pemilihan lokasi untuk penanaman stroberi sebaiknya bukan tanah yang pernah ditanami kentang, terung, tomat atau cabai dalam waktu 3 tahun terakhir. Tanah yang pernah ditanami tanaman tersebut kemungkinan besar telah tercemar cendawan verticillium sp yang menyebabkan kelayuan pada tanaman.

Sistem penanaman di lahan terbuka ada dua macam yaitu horizontal (dalam bentuk bedengan) dan vertikal (menggunakan karung).

Sistem penanaman di bedengan
Kendala yang sering dihadapi petani stroberi pada sistem ini adalah saat musim hujan. Bila musim hujan berkepanjangan, buah yang siap panen menjadi busuk karena terendam air. Untuk mengatasi masalah tersebut dikembangkan penanaman dengan menggunakan mulsa.
Bedengan tempat stroberi tumbuh ditutup dengan mulsa plastik. Keuntungannya menghambat pertumbuhan rumput (gulma) yang cepat, menjaga agar buah tetap bersih dan tidak langsung terkena tanah karena buah akan mudah busuk bila mengenai tanah, mempercepat pematangan buah,yaitu 3-4 hari lebih cepat, mengulangi populasi hama karena ada pemantulan cahaya pada mulsa, serta menjaga suhu tetap tinggi, terutama di negara-negara tropis. Selain itu mulsa juga berfungsi menjaga kelembaban tanah. Mulsa yang digunakan berupa polietilen, yang dilakukan sebelum penanaman.

Agar penanaman di lahan terbuka dengan sistem bedengan ini tetap menghasilkan produksi yang tinggi dan kualitas yang baik maka penyiraman dilakukan sekaligus dengan pemberian nutrisi.

Keuntungan menggunakan irigasi adalah nutrisi yang diberikan tetap terkontrol. Hal ini dikarenakan pemberian nutrisi disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Pada awal pertumbuhan, diberikan nutrisi dengan kandungan nitrogen lebih tinggi. Sementara pada tahap perkembangan generatif, kandungan fosfor yang diberikan harus lebih tinggi, sedangkan kandungan kalsium lebih tinggi diberikan pada saat pembesaran buah. Dengan kandungan kalsium lebih tinggi warna merah pada buah akan terlihat lebih segar.

Salah satu upaya agar stroberi dapat dipanen pada musim hujan adalah lahan diberi atap yang dapat dibuka dan ditutup. Atap dibuat dari rangka bambu berbentuk melengkung (melingkar) yang ditutupi dengan plastik UV bening/transparan. Atap plastik hanya dipasang pada musim hujan. Tinggi atap sekitar 50 cm. Penanaman stroberi dengan sungkup / atap plastik ini dapat menghindarkan busuk buah saat hujan turun.

Sistem Vertikal Dengan Karung
Sangat cocok untuk lokasi yang tidak memiliki lahan yang cukup luas atau tanahnya tidak cocok untuk pertanaman stroberi. Cara ini cukup mudah karena tempat tumbuh tanaman digunakan karung plastik.

Penanaman dengan karung dapat mencegah pembusukan atau kerusakan buah akibat terendam air atau terserang hama penyakit yang banyak terdapat di permukaan tanah. Media tanam yang digunakan sebaiknya bersifat porous dan mudah merembeskan air.

Persiapan tanam
Bahan-bahan yang perlu disiapkan untuk penanaman dengan cara vertikal adalah karung plastik serta media tanam berupa tanah gembur dan pupuk kandang. Penyiraman dan pemberian nutrisi bisa dengan gembor. Namun untuk usaha komersial, pemberian nutrisi dengan irigasi tetes. Selain efisiensi kerja, penyiraman dengan drip lebih baik karena nutrisi yang diberikan langsung ke tanaman. Dari bak nutrisi ke setiap karung dihubungkan dengan pipa-pipa yang disambung dengan alat stick drip.
Penanaman
Tahap-tahap penanaman :
1. Tanam bibit di lubang tanam sampai batas leher akar. Bila ditanam terlalu dalam, tanaman akan busuk. Bila terlalu dangkal, akar yang menonjol keluar akan cepat kering. Setiap karung berisi 4 tanaman.
2. Padatkan tanah di sekitar pangkal batang, kemudian siram tanah di sekitar pangkal batang sampai lembab
3. Letakkan stick dripping di setiap pangkal tanaman.
4. Lakukan penyiraman secara rutin

PEMELIHARAAN TANAMAN
a. Penyulaman
Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 15 hari setelah tanam. Bibit stroberi untuk penyulaman jenisnya sama dan ditanam bersamaan dengan tanaman yang ditanam di lahan pertanaman sehingga pertumbuhannya akan seragam.
b. Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada tanaman yang ditumbuhi gulma.
c. Pemangkasan
Tanaman yang terlalu rimbun atau banyak daun harus dipangkas, terutama membuang daun-daun tua atau rusak. Pemangkasan stolon juga perlu dilakukan untuk meningkatkan produksi buah dengan cara dipotes. Pemangkasan stolon dimulai setelah 2 minggu ditanam di polibag kecil. Stolon yang terbentuk dibuang setiap 7-10 hari sekali.
d. Pengairan dan Pemupukan
Penyiraman dapat dilakukan dengan sprinkler atau gembor disesuaikan dengan sistem penanamannya. Dosis pupuk yang diberikan pada setiap tanaman sama, baik di lahan terbuka maupun tertutup. Waktu pemberian dilakukan secara rutin yaitu 3x sehari selama 20 menit. Penyiraman pada pagi yaitu pukul 08.00, siang pukul 13.00, dan sore hari pukul 16.00. Pada jam-jam tersebut keran dari bak nutrisi dibuka.

Pupuk yang diberikan berupa campuran nitrogen, pupuk majemuk lengkap (PML) dan kalsium. Dosis pupuk yang diberikan disesuaikan dengan umur tanaman.

PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
a. HAMA
1. Kutu daun (Chaetosiphon firagaefolii)
Pengendalian : disemprot dengan insektisida fastac 15 EC dan Confidor 200 LC dosis anjuran.
2. Tungau (Tentranychus sp. dan Tarsonemus sp.)
Pengendalian : insektisida Omite 570 EC, Mitac 200 EC atau Agrimec 18 EC sesuai dosis anjuran

3. Kumbang penggerek
Pengendalian : disemprot dengan insektisida Decis 2,5 EC, Perfekthion 400 EC, atau Curacron 500 EC pada waktu fase menjelang berbunga, dosis disesuaikan anjuran kemasan.
4. Kutu putih (Pseudococcus sp.)
Pengendalian : Secara kimia dengan insektisida Perfekthion 400 EC atau Decis 2,5 EC sesuai dosis anjuran
5. Nematoda (Aphelenchoides fragariae)
Pengendalian : dengan nematisida Trimaton 370 AS, Rugby 10 G atau Nemacur 10 G sesuai dosis anjuran.

PENYAKIT
Penyakit yang umumnya dijumpai antara lain:
a. Empulur merah
Pencegahan dengan varietas tanaman yang lebih tahan penyakit dan dilakukan fumigasi tanah sebelum penanaman.
b. Layu verticillium
Pengendalian dengan fumigasi gas
c. Busuk akar pythium
Pengendalian di lahan terbuka dengan fumigasi tanah
d. Embun tepung
Pengendalian, tanaman disemprot fungisida Benlate
e. Noda Merah
Pengendalian, tanaman disemprot fungisida dithane M-45 atau Antracol 70 WP sesuai dosis anjuran.
f. Kapang Kelabu
Pengendalian disemprot fungisida benlate.
g. Busuk Rhizopus
Pengendalian, buah yang sakit dibuang dan dilakukan pasca panen yang baik
h. Busuk antraknosa
Tanaman disemprot dengan fungsisida berbahan aktif tembaga.

Yang disebabkan oleh bakteri :
i. Layu bakteri
Dilakukan fumigasi tanah
j. Bercak daun
Pengendalian secara kimia dengan pemberian fungisida berbahan aktif tembaga
k. Hawar daun (busuk daun)
Tanaman yang terserang disemprot dengan Dithane M-45, antracol 70 WP atau Daconil WP sesuai dosis anjuran.
Yang disebabkan oleh mycoplasma like organism (MLO)
Misalnya aster yellows, green petal dan witches broom yang biasanya ditularkan oleh wereng daun.
Pengendalian dengan cara menghindarkan atau mengendalikan wereng daun melalui penyemprotan pestisida dengan dosis sesuai anjuran.

Yang disebabkan oleh virus.
Gejalanya, daun berubah warna menjadi kuning (klorosis) sepanjang tulang daun. Pencegahan dilakukan dengan penggunaan bibit bebas virus. Tanaman yang diserang dihancurkan atau serangga pembawa virus disemprot dengan pestisida dengan dosis sesuai anjuran.

PANEN
Ciri-ciri waktu panen
Ciri-ciri buah siap panen adalah kulit buah didominasi warna merah, hijau kemerahan, hingga kuning kemerahan. Stroberi berbuah pada umur 5 bulan setelah tanam dan selanjutnya bersiklus setiap 3 bulan.

Cara Panen
Agar tanaman dan buah tidak rusak, buah dipetik bersama tangkai dan kelopaknya dengan tangan secara hati-hati atau dengan gunting.

PASCA PANEN
Buah yan sudah dipetik disimpan di tempat teduh dan dijaga agar tidak memar. Kualitas buah menurun jika terkena sinar matahari langsung

Penyortiran
Buah yang rusak dipisahkan dan disortir berdasarkan bobot bukan varietas. Kualitas ditentukan oleh rasa, kemulusan kulit dan luka mekanis akibat benturan dan hama penyakit.

Pengemasan
Buah terpilih dikemas dalam styrofoam kapasitas 0,5 kg atau 1 kg.

Penyimpanan
Penyimpanan terbaik dilakukan di rak dalam lemari pendingin 0 – 10C dengan suhu maksimum yang direkomendasikan 100C.

Pengolahan
Selain dapat dikonsumsi segar, buah stroberi juga dapat diolah. Buah yang lecet, cacat atau ukurannya tidak sesuai dengan standar mutu dapat diolah sehingga nilai jualnya lebih tinggi.

Sekian semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar

Filed under PERTANIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s