Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah


Pengelolaan Tanaman Terpadu
Adalah suatu pendekatan inovatif dalam upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani melalui perbaikan sistem / pendekatan dalam perakitan paket teknologi yang sinergis antar komponen teknologi, dilakukan secara partisipatif oleh petani serta bersifat spesifik lokasi.
Komponen teknologi dasar
1. Varietas Unggul Baru
Dasar pemilihan varietas unggul baru :
a) Memiliki potensi hasil tinggi
b) Memiliki ketahanan terhadap hama atau penyakit tertentu
c) Memiliki ketahanan terhadap cekaman kondisi lingkungan tertentu
d) Memiliki sifat khas tertentu
e) Mengikuti permintaan pasar
2. Benih Bermutu dan Berlabel
Benih bermutu :
a. Benih harus berlabel
b. Memiliki daya tumbuh baik ( > 95 % )
Disamping bermutu, benih juga perlu :
a. Diseleksi melalui perambangan menggunakan larutan garam atau pupuk ZA 3 %
b. Diberi perlindungan pestisida (bahan aktif Fipronil) untuk mengantisipasi hama penggerek batang
3.Peningkatan Populasi Tanaman dengan sistem jajar
Legowo.
Tujuan sistem tanam jajar legowo :
a. Merekayasa seolah – olah semua barisan tanaman seperti tanaman pinggir galengan
b. Meningkatkan populasi tanaman s/d 30 %
c. Memudahkan pemeliharaan tanaman (pemupukan,penyiangan,pengamatan hama penyakit)
Prinsip sistem tanam jajar legowo.
 Menghilangkan 1 baris dan disisipkan kedalam barisan sebelahnya (kanan)
 Menambahkan tanaman di sela-sela barisan sebelahnya (kiri)
4. Pemupukan Berimbang Spesifik & Tepat Lokasi
4. Rekomendasi Permentan No.04/OT.140/4/2007
Urea 250-350 kg/ ha
SP36 50-100 kg/ha
Kcl 50-100 kg/ha
ATAU
Phonska 300-400 kg/ha
Urea 150-250 kg/ha
Apabila digunakan pupuk kandang 2 ton/ha :
Urea : bisa dikurangi 25 kg/ha
SP36 : bisa dikurangi 50 kg/ha
Kcl : bisa dikurangi 20 kg/ha
Waktu pemupukan
I. Umur : 0-14 hari
II. Umur : 21-28 hari
III. Umur : 35-primordia
5. Pengendalian Hama Penyakit secara terpadu
a. Identifikasi secara pasti jenis dan populasi hama penyakit
b. Memperkirakan tingkat kerusakan/serangannya
c. Menguasai teknik-teknik pengendaliannya
Teknik dan tahapan pengendalian
a.Kenali varietas yang tahan terhadap hama/penyakit
tertentu
b. Upayakan tanaman sehat sejak dari bibit
c. Kendalikan secara bertahap dengan :
– Fisik dan mekanis
– Hayati (parasit & predator)
– Semi kimia (feronom)
– Pestisida kimiawi
1. Pupuk Organik
Manfaat penggunaan pupuk organik :
a. Memperbaiki kondisi fisik, kimia dan biologi tanah
b. Menyehatkan tanaman
c. Mengurangi penggunaan pupuk kimia
Setiap 1 ton pupuk organik (pupuk kandang) dapat menurangi pengunaan pupuk kimia:
o 12,5 kg Urea
o 25,0 kg SP36
o 10,0 kg Kcl
Komponen Teknologi Penunjang
1. Pengolahan Tanah Sesuai Musim/Kondisi
 Prinsip dasar pengolahan tanah dalam konsep PTT adalah :
a. Bertujuan untuk membenamkan dan melapukkan jerami, gulma dan bahan organik lain
b. Bertujuan untuk meratakan tanah agar bisa selalu tergenang air sehingga dapat mempercepat proses pelapukan
c. Bertujuan untuk menekan pertumbuhan gulma dan menghindari terganggunya pertumbuhan tanaman padi akibat pengolahan tanah yang kurang sempurna
2. Tanam Bibit Muda (<21 hari
a. Tanaman akan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan (nglilir)
b. Perakaran tanaman lebih dalam sehingga tahan terhadap kerebahan
c. Meningkatkan persentase gabah isi
d. Meningkatkan peluang tercapainya potensi hasil dari suatu varietas
3. Tanam 1-3 Bibit Per Lubang
a. Untuk mengurangi persaingan antar bibit dalam 1 rumpun
b. Memaksimalkan pencapaian jumlah anakan
c. Memaksimalkan peluang tercapainya potensi hasil suatu varietas
d. Dapat menghemat penggunaan benih
4. Pengairan berselang
Manfaatnya :
 Memperbaiki kondisi udara didaerah perakaran
 Mengeluarkan gas-gas beracun
 Meningkatkan efisiensi pemupukan
 Meningkatkan persentase gabah isi
5. Penyiangan Dengan Landak/gasrok
a. Mematikan gulma sampai ke perakaran
b. Memperbaiki kondisi udara di daerah perakaran
c. Menghemat tenaga
d. Merangsang pertumbuhan tanaman
6. Panen Tepat Waktu
Setelah sebagian besar (90-95%) gabah telah bernas dan menguning.
Yang perlu diperhatikan :
a. Panen terlalu awal , banyak gabah hampa, gabah hijau, dan butir kapur
b. Panen yang lambat, banyak gabah rontok dan gabah patah waktu digiling
c. Perontokan padi, maksimal 1-2 hari setelah panen dan segera dijemur/ dikeringkan.

Tinggalkan komentar

Filed under PERTANIAN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s